Sebagai seorang pebisnis, mengelola keuangan adalah hal yang sangat penting. Apabila Anda salah langkah, maka kelangsungan perusahaan Anda juga akan terancam. Salah satu pengelolaan keuangan yang paling penting adalah penyusunan strategi manajemen pajak.

Dengan membuat strategi yang tepat, maka Anda bisa menghemat pengeluaran dan mengalokasikan dana tersebut untuk hal lain yang lebih penting. Simak 4 strategi pajak yang bisa Anda terapkan untuk memaksimalkan posisi perpajakan Anda.

Tax Planning

Tax planning merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi perpajakan melalui pemilihan alternatif pajak dengan tarif lebih rendah (tax saving) atau menghindari pengenaan pajak (tax avoidance). Teknik ini merupakan salah satu upaya legal dengan memanfaatkan hal-hal yang tidak diatur dalam ketentuan Undang-Undang Perpajakan.

a) Tax Saving

Apabila laba kena pajak perusahaan Anda bernilai di atas Rp 100 juta, maka Anda dapat mengubah pemberian kompensasi dalam bentuk natura (tunjangan pendidikan, kesehatan, sembako atau tunjangan lain yang bukan dalam bentuk uang) kepada karyawan menjadi pemberian tunjangan dalam bentuk uang.

Ketika melakukan strategi ini, maka PPh Pasal 21 akan meningkat namun tidak lebih besar daripada pengurangan PPh Badan. Menurut PPh Pasal 25, besarnya angsuran PPh Badan dihitung dengan mengurangi PPh terutang pajak tahun lalu dengan pajak penghasilan dipotong sesuai PPh 21. Dengan melakukan strategi ini, maka Anda bisa menghemat pajak sebesar 5-25%.

b) Tax Avoidance

Tax Saving dilakukan dengan mengambil alternatif pajak yang lain, sementara tax avoidance dilakukan dengan menghindari pengenaan pajak. Secara umum, strategi ini dilakukan dengan mengubah transaksi yang awalnya merupakan objek pajak menjadi bukan objek pajak.

Sebagai contoh, perusahaan yang dalam kondisi finansial buruk dan masih mengalami kerugian, bisa mengubah tunjangan karyawan yang awalnya dalam bentuk uang menjadi natura.

Berdasarkan Undang-Undang, Natura bukan merupakan bagian dari PPh Pasal 21, sehingga keseluruhan efisiensi pajak pun dapat dicapai.

Hindari Sanksi Perpajakan

Mungkin hal ini terdengar jelas. Namun, banyak pebisnis yang belum mengetahui secara jelas peraturan atau regulasi terbaru yang ada di Indonesia. Sangat mungkin Anda melanggar aturan perpajakan tertentu tanpa menyadarinya.

Oleh karena itu, pastikan Anda selalu update dengan aturan perpajakan terbaru atau menyewa orang yang benar-benar ahli mengenai perpajakan. Jika Anda melakukan kesalahan dalam perpajakan, Anda mungkin saja harus menanggung sanksi berupa denda, kenaikan pajak, hingga hukuman pidana.

Manfaatkan Pembayaran Kredit

Banyak pebisnis yang belum tahu bahwa tidak semua pajak harus dibayarkan sebagai biaya. Sebagai contohnya, PPh 21 yang dikenakan pada perusahaan yang melakukan perdagangan ekspor, impor atau re-impor dihitung sebagai cicilan PPh pada tahun berjalan. Pembayaran dengan sistem cicilan atau kredit akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan pembayaran langsung sebagai biaya.

Lindungi Pendapatan dengan Tabungan Biaya Pensiun

Dengan menginvestasikan sebagian pemasukan perusahaan Anda untuk dana pensiun, maka Anda bisa mengurangi jumlah pendapatan Anda yang dikenakan pajak. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan profesional yang ahli di bidang perpajakan untuk membantu Anda membuat rencana simpanan pensiun Anda agar tidak menjadi gangguan bagi keberlangsungan bisnis Anda.

Secara teori, keempat strategi tersebut bisa menempatkan perusahaan Anda pada posisi pajak yang lebih baik. Namun, untuk bisa membuat strategi yang komprehensif dan bersesuaian dengan kondisi finansial bisnis Anda, ada baiknya Anda membicarakannya terlebih dahulu dengan konsultan pajak yang memang ahli di bidang tersebut.