Bagi Anda yang sering berjalan-jalan ke luar negeri, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah VAT. International Value Added Tax atau VAT adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan pada tiap transaksi produk atau layanan yang Anda beli atau gunakan ketika berada di luar negeri.

Sementara itu, para turis mungkin lebih bersemangat ketika mendengarkan istilah VAT refund. Lalu, apa itu kira-kira VAT refund?

Pengertian VAT Refund

Ketika seorang turis membeli barang belanjaan di negara yang bukan merupakan tempat asalnya, maka mereka akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berupa VAT. Pada hakikatnya, PPN merupakan pajak atas konsumsi di dalam negeri, sehingga apabila barang dikonsumsi di luar negeri, maka seharusnya tidak dikenakan PPN.

Oleh karena itu, dibuatlah sistem tax refund. Dengan sistem ini, turis yang telah membayar PPN atas barang yang dibelinya bisa meminta pengembalian dana, sehingga ia tidak perlu menanggung pajak yang bukan merupakan kewajibannya.

VAT Refund di Indonesia

Di Indonesia, sistem VAT refund ini telah diikuti oleh 55 pengusaha retail dengan lebih dari 600 toko di seluruh Indonesia. Apabila turis asing ingin mengklaim tax refund, ia cukup mengunjungi konter VAT yang terletak di area sebelum konter check-in di bandara, lalu menunjukkan paspor, boarding pass, dan struk belanja.

Untuk mendorong peningkatan jumlah turis sekaligus jumlah perusahaan yang mengikuti program VAT refund, maka dibuatlah peraturan baru.

Aturan Terbaru VAT Refund

Dikutip dari CNBC Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP) mengungkapkan bahwa akan terdapat skema baru untuk sistem VAT refund di Indonesia. Sebelumnya, VAT refund hanya bisa diajukan apabila nilai PPN pada satu setruk belanja di tiap toko retail telah mencapai Rp 500.000,00.

Pada aturan terbaru, nilai minimal pengembalian PPN sebesar Rp 500.000,00 tidak mengalami perubahan, namun turis boleh mengajukan setruk dari berbagai ritel di tanggal yang berbeda. Untuk bisa dimasukkan ke dalam nilai akumulasi Rp 500.000,00 tersebut, tiap setruk belanja harus memiliki nilai PPN minimal Rp 50.000,00.

Dengan aturan terbaru ini, tentu saja para turis asing dapat lebih nyaman berbelanja di Indonesia tanpa perlu mengkhawatirkan pengeluaran tambahan berupa VAT.